11 Agt 2016

Lina Si Gadis Pasar, Bekerja Demi Bantu Orang Tua

Lina ketika membersihkan bebek di kios milik ayahnya

Saya menemuinya mungkin setahun lalu ketika saya sedang mencari-cari rak tingkat untuk di kamar kos. Saat itu saya tidak sengaja menemuinya yang sedang membersihkan bulu-bulu bebek dari dari kulitnya. Sempat menatap lama juga karena keheranan, jarang melihat wanita yang masih muda dan berkulit putih mulus mau mengais nafkah di pasar yang lebih seringnya becek dan bau.


Setahun kemudian untuk kepentingan tugas kuliah saya menemuinya lagi dan mengenal lebih jauh mengenai pribadinya. Berhubung saya diharuskan mewawancarai narasumber berdasarkan profesi, saya tak sengaja kembali mengingatnya. Bagi saya wanita muda ini memiliki sisi unik yang bisa digali sehingga saya memutuskan untuk menjadikannya salah satu narasumber saya.

Dengan umur 22 tahun yang masih terbilang sangat muda, Lina Estri Anggraini, bersedia membantu Ayahnya untuk berjualan Ayam dan Bebek di Pasar Blimbing, salah satu pasar yang ada di Kota Malang. Kegiatan sehari-hari Lina adalah membantu berjualan khususnya ketika membersihkan bulu-bulu ayam juga bebek yang baru di rebus di tong dengan air mendidih. Lina tak bekerja sendiri, ia dan Ayahnya dibantu tiga saudara-saudara dekat mereka yang membuat suasana kerja jadi lebih santai. Lina pun mengaku jika ia betah bekerja dipasar salah satunya karena rekan—rekan kerjanya adalah saudara sendiri.

Lina berangkat kerja mulai jam 6 pagi hingga selesai sekitar jam 11 atau jam 12 siang. Tugasnya di pasar tak hanya membersihkan bulu-bulu ayam juga bebek tetapi juga membersihkan kios sehabis berjualan selesai. Meskipun terlihat mudah tetapi tentu butuh keahlian khusus ketika mencabuti bulu-bulu unggas tersebut. terkadang Lina juga membersihkan jeroan-jeroan bebek maupun ayam yang isinya kotoran semua. Saya pernah membersihkan ayam dan jeroannya sekaligus ketika menjelang Lebaran karena Ayah saya sempat sengaja ternak ayam untuk kepentingan Lebaran. Jangan ditanya rasanya, padahal itu hanya 2-3 ekor saja tapi cukup lelah dan tentunya agak kurang nyaman dengan baunya.

Tanpa jijik membersihkan usus bebek

Tetapi Lina yang hanya beda setahun dengan saya sangat enjoy menjalaninya. Tak ada beban sedikitpun. Diselingi canda tawa bareng saudaranya Lina tak segan membersihkan jeroan-jeroan yang isinya kotoran semua itu. Satu hal yang saya salut lagi adalah sehabis bekerja dia yang membersihkan semua perabotan dan kios yang dipenuhi sampah, darah dan kotoran dari unggas yang dijualnya tersebut. Tanpa ragu dia membersihkan semua tanpa sarung tangan. Bagi saya itu WOW karena itu semua kotoran dan pastinya baunya menyengat. Memang Lina melakukan hal tersebut setiap hari dan itu hal yang biasa bagi dia tapi yang saya lihat adalah dia tidak pernah memilih-milih pekerjaan dan melakukan apapun demi membantu orang tuanya.

Ketika saya tanya mengapa tidak melanjutkan kuliah atau tidak memilih pekerjaan lain, Lina hanya menjawab bahwa orang tuanya sudah tua dan perlu bantuan dia. Dengan latar belakang pendidikan SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) mungkin Lina bisa memilih pekerjaan lain yang lebih tapi bagi dia membantu orang tua di pasar adalah satu kesenangan dan kebanggaan bagi dia. Lina pun tak pernah malu dengan pekerjaannya, satu hal yang dia yakini bahwa pekerjaan yang dia geluti adalah pekerjaan yang halal. Harapannya kedepan, ia bisa memiliki kios sendiri seperti ayahnya. Dengan begitu ia ingin lebih mandiri dan memajukan bisnis keluarga.