31 Des 2016

Foody Aplikasi Berhadiah Voucher, Hadir Di Malang




Saking pesatnya pertumbuhan dunia kuliner di Indonesia, beragam inovasi mulai dari beragam makanan dan profesi yang berkaitan dengan dunia kuliner seperti food blogger, food photographer pun sudah banyak bermunculan. Semua saling berkaitan dan mendukung satu sama lain sehingga dunia perkulineran pun tetap bergeliat. Untuk memudahkan dan membantu mencari tempat makan yang recommended bagi para penikmat kuliner dibuatlah aplikasi Foody. Meski bukan produk anak negeri, tapi aplikasi direktori kuliner yang berpusat di Vietnam ini sudah bisa digunakan di Indonesia sejak Mei 2015 lalu dengan nama Foody.id. Dapat di gunakan di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya dan Bali, kini Foody.id pun hadir di Malang. 



Bertempat di Ria Djenaka jalan Bandung, Foody mengundang para blogger dan media untuk menghadiri peluncuran Foody Malang sekaligus workshop cappuccino class. Spesial bagi tiga peserta yang hadir bisa langsung praktek membuat cappuccino. Beruntungnya satu dari tiga orang tersebut adalah saya :D Meski agak molor dari jadwal di undangan, acara berjalan dengan lancer dan cukup meriah. Diawali dengan pengenalan Foody dan workshop cappuccino class oleh Faisal Lutfi coffe maker di DW Coffee Malang. Selain itu, banyak juga kuis berhadiah voucher bagi para undangan yang hadir. 


Foody sendiri merupakan restauran dan berubah menjadi aplikasi yang bisa mencari tempat makan dan memberi ulasan terhadap tempat makan yang sudah dikunjungi. Di Vietnam sendiri Foody sudah berdiri sejak tahun 2012 dengan 39 juta pengguna dan 15 juta lebih page views tiap bulannya. Meski terbilang baru Foody.id sudah memiliki sekitar 500.000 pengguna dan memiliki 15.000 ulasan dengan jumlah data lokasi sekitar 52.000.   

Keuntungan menggunakan Foody yakni bisa mencari makanan di lokasi terdekat karena terkoneksi juga dengan Google Maps. Pengguna pun bisa memesan atau reservasi karena aplikasi terhubung juga dengan layanan restaurant. Selain itu, pengguna bisa melihat review pengguna lain terkait restaurant yang akan kita kunjungi, hal ini pun tentu jadi referensi bagi kita. Keuntungan lain, jika kita mengulas kuliner atau wisata di aplikasi Foody di atas 100 kata, pengguna bisa mengumpulkan poin yang bisa ditukar dengan voucher restauran-restauran favorit. Poin yang didapat berdasar juga pada beberapa hal contohnya seperti panjang pendeknya ulasan yang dibuat. Jika poin yang dimiliki sudah bisa ditukar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, voucher pun akan lansung dikirim ke rumah. Oh ya, jika tempat makan favoritmu belum masuk dalam daftar tempat makan di aplikasi Foody, kamu bisa dengan mudah memasukannya tanpa harus menunggu admin. 



Penggunaan aplikasinya pun terbilang mudah, hanya tinggal mencari lokasi dan memilih tempat makan yang menurutmu layak di coba. Pengguna bisa melihat review tempat makan di wall atau lansung mencari nama tempat makan dan melihat review pengguna lain di bagian bawah. Ketika menulis ulasan, kamu bisa menilai dari skala 0-10 dan juga bisa memasukkan kisaran harga makanan di tempat makan yang kamu kunjungi. Pihak Foody pun menjelaskan jika semua ulasan akan ditampilkan sekalipun ulasan tersebut merupakan complain karena ulasan yang ditampilkan adalah objektif dan tidak memilih-milih hanya demi keuntungan restoran semata.    

Jadi, adanya aplikasi Foody ini tentu sangat membantu banyak penggemar kuliner. Selain dapat berbagi informasi mengenai kuliner, pengguna pun bisa mendapat voucher cuma-cuma. Bagi mahasiswa kere tapi demen makan seperti saya, tentu aplikasi ini sangat bermanfaat karena harus selektif memilih tempat makan yang sesuai kantong mahasiswa tapi tidak mengecewakan juga berkaitan dengan rasa makanannya. Kelebihan lain ya tentu dong ngincer voucher gratisannya XD 

So, what are you waiting for? Buruan deh cobain aplikasinya, lumayan kan bisa dapet voucher gratisannya:D