27 Feb 2017

Nothing Hills (1999), Setiap Orang Merindukan Cinta yang Tulus

Sumber: Pinterest
             Cinta datang tiba-tiba entah dari mana asalnya. Ia bahkan terkadang memberikan dan membawa hal yang mengejutkan. Cinta memang tak memandang harta maupun kasta karena cinta tak mengenal perbedaan.  

 Hal itulah yang di alami William Tracker (Hugh Grant), seorang pemilik toko buku kecil yang hidup di daerah Nothing Hills, Inggis. William, seorang lelaki biasa, tak sengaja bertemu seorang artis internasional asal Amerika yang terkenal yakni Anna Scott (Julia Robert). Anna tak sengaja berkunjung ke toko bukunya dan membeli beberapa buku. Anna pun pergi setelah selesai membeli buku. Selang beberapa saat, William kembali dipertemukan dengan Anna kerena menabrak Anna menjatuhkan orange juice miliknya di atas baju Anna. Kisah dimulai ketika William menawarkan Anna membersihkan baju di rumahnya yang tak jauh dari lokasi mereka bertabrakan. Berawal dari pertemuan pertama, Anna justru tertarik pada William dan tiba-tiba saja ia mencium William sebelum berpamitan. Meski plot dan masalahnya terbilang bisa ditebak oleh penonton, film ini tetap memberikan efek romantis yang kebangetan.
Sumber: moviefone.com
  Orang biasa yang menyukai artis terkenal tentu banyak tetapi bagaimana rasanya jika tiba-tiba disukai artis papan atas, bahkan artis yang sedang ngetop-ngetopnya saat itu. William awalnya sadar diri jika ia hanya lelaki biasa yang tinggal di Nothing Hills sedangkan Anna menginap di Beverly Hills. Jurang pemisah antara keduanya pun bisa dileburkan, Anna hanya orang biasa namun berprofesi sebagai aktris yang dikenal banyak orang. Meski begitu ia tetap wanita yang ingin dicintai dengan tulus dan diperlakukan sopan oleh seorang lelaki.  

 Menonjolkan sisi bagaimana kehidupan artis Amerika terkenal, Nothing Hills menggambarkan bagaimana susahnya jadi artis yang sudah tak lagi memiliki privasi pribadi. Kehidupan pribadi artis jadi konsumsi publik dan hal tersebut ditunggu-tunggu banyak pihak. Dikejar-kejar banyak pewarta dan mendengar berita buruk tentang diri sendiri di televisi, Koran, maupun majalah membuat Anna tak tahan. Jangan dikira mudah dan enak jadi artis terkenal. Sebagai artis wanita yang seksi, Anna pun kerap jadi bahan dambaan sekaligus candaan. Komentar negative yang merendahkan pun rasanya bukan hal yang mengherankan lagi. Disatu sisi dipuja disisi lain dihina, hal ini cukup kentara juga ditampilkan di film. Namun plot utama kisah romantis antara William dan Anna tetap jadi sorotan utama.  
Sumber: mojtv.hr/
 Meski tergolong film lama, namun rasanya cerita film ini masih relevan dengan kondisi saat ini. Film ini menunjukan jika seorang yang populer sekalipun pun membutuhkan dan menginginkan cinta yang tulus. Ketika banyak orang yang memuja, Anna merasa tak mendapatkan cinta tulus disekitarnya. Berbeda dengan orang kebanyakan, William memandang Anna sebagai wanita biasa dan tidak terlalu “heboh” meski yang ia kencani adalah seorang artis terkenal.  

Bagi penonton yang senang dengan film bergenre romance tentu film bisa jadi salah satu pilihan yang tepat. Dijamin deh bikin baper sangat. Film ini sebanarnya salah satu film yang pertama saya favoritkan dan jadi film pertama yang saya review.