Film Chrisye: Dibalik Kehidupan Sang Legend

sumber: www.loop.co.id
Siapa yang tak kenal Chrisye atau Chrismanyah Rahadi? Seorang penyayi solo legendaris Indonesia yang hingga saat ini masih dikenal dan dielu-elukan. Meski sudah tutup usia di tahun 2007 lalu, Rizal Mantovani mencoba menghidupkan kembali kenangan-kenangan akan sosok Chrisye lewat film layar lebar berjudul Chrisye. Film yang sudah tayang sejak 7 Desember 2017 ini mengangkat cerita penyanyi solo ini dari kacamata sang istri, yakni Damayanti Noor.

Masa muda dan perjumpaan dengan sang istri disinggung sejak satu jam pertama film dimulai. Satu jam selanjutnya berkisah seputar kehidupan pernikahan dan perjalanan karir yang dibahas secara cepat dan meloncat-loncat dari satu masa ke masa selanjutnya. Tak lupa potongan scene tentang Chrisye pasca disunat sebagai salah satu syarat menjadi mualaf mengundang gelak tawa penonton di studio.

Sosok Chrisye yang selama ini tak terlihat secara publik cukup kentara di fil ini. Penyayi solo yang memiliki fans setia ini yang nampak introvert, pemikir, sekaligus selalu terlihat khawatir akan masa depannya cukup berhasil ditampikan dengan baik oleh Vino G Bastian. Meski adegan-adegan lip sing agak sedikit menganggu atau lebih tepatnya “kurang pas”, tetapi lewat tatanan rambut dan gaya berpakaian, Vino terlihat “Chrisye” sekali.

Artis yang humble dan nggak sok ngartis tergambar dari seorang Chrisye. Sebagai penyayi yang tengah naik daun dan mulai tampil di televisi tak membuatnya menjadi orang yang gengsian ketika mengerjakan perkejaan rumah. Bahkan dengan sabar dan ikhlas ia membantu sang istri seperi membersihkan kamar mandi yang bukan artis banget deh untuk ukuran penyayi top. 

google.com
Chrisye membuktikan bahwa kehidupan seorang penyayi yang banyak diragukan masa depannya, justru malah “menjajikan.” Ia bahkan suskes dan menjadi legenda musik tanah air. Salah satu poin ini juga yang muncul menjadi scene-scene cerita di film ini. Kehidupan pernikahan, bisnis hiburan, persaudaraan, pertemanan, kehidupan artis yang tak selalu wah, juga sisi spiritual seorang hamba dengan Tuhannya menjadi paket lengkap dalam film ini.

Bagi generasi yang masa-masa mudanya di temani lagu-lagu Chrisye, film ini jadi media nostalgia yang pas untuk mengenang masa muda. Selain mengenang masa lalu dengan alunan lagu-lagu Chrisye sepenjang film berjalan, penonton pula akan merasa terbawa dengan suasana jadul tempo dulu lewat setting filmnya. Tak hanya itu, orang-orang yang sama-sama terkenal pada zamannya pun mucul di film ini seperti Guruh Soekarno Putra, Edi Sud, Adi MS, Jay Subiakto dan Erwin Gutawa dengan versi lebih muda juga turut andil dalam film akhir tahun ini.

Film ini boleh lah dikata menghibur dan bisa jadi pilihan untuk menemani akhir pekan atau waktu luang setelah pulang kerja. Selain memberikan gambaran kehidupan artis yang tak melulu menyorot kehidupan yang glamour, film ini juga menyentuh hati para penonton saat momen rekaman salah satu lagu Chrisye yang “tersulit,” dimana momen ini juga sekaligus menjadi pengalaman spritual sang legend dengan Sang Khalik. Klimaksnya bagi saya membuat merinding, membuat kita berpikir bagaimana hubungan kita saat ini dengan Sang Pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar