5 Alasan Mengapa Harus Membiasakan Pilih Bandara Kertajati

Juni 24, 2019



Sudah sejak 2018 Bandara Kertajadi beroprasi, sayangnya kehadiran bandara yang digadang-gadang menjadi terbesar kedua setelah Bandara Soekarno Hatta masih belum begitu terdengah. Bahkan mungkin masih belum banyak masyarakat yang tahu bahwa sudah ada beberapa penerbangan yang sudah hadir sejak Bandara Kertajati diresmikan.

Melihat masih belum banyak antusiasme masyarakat terhadap Bandara Internasional Jawa Barat (BJIB). Pihak terkait melakukan evaluasi dan juga terus gencar melakukan sosialisasi. Salah satunya pada acara yang digelar Sabtu lalu (22/06) di Hotel Grand Mercure Bandung. Acara yang memiliki tema “Era Baru industri Aviasi di Tanah Pasundan.” Bentuk acara ini sendiri adalah Focus Group Discussion (FGD) untuk sama-sama mencari solusi dari agar penggunaan dan manfaat Bandara Kertajati bisa benar-benar maksimal dan bisa dirasakan semua pihak.

Dalam acara tersebut juga tak hanya blogger, media, tetapi juga dari pihak pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga pelaku usaha wisata hadir. Tidak hanya untuk memberikan pandangan dan solusi untuk menghidupkan Bandara Kertajati tetapi juga menjadi momen mensosialisasikan  mengenai perpindahan beberapa rute penerbangan dari Bandara Husain ke Bandara Kertajati.

Perpindahan beberapa rute lokal dari Husein ke Kertajati akan resmi beroprasi mulai tanggal 1 Juli 2019. Tujuan penerbangan dari Bandung yang dipindah ke Kertajati antara lain adalah penerbangan menuju Denpasar, Medan, Lombok, Surabaya, Padang, Palembang, Pontianak, Batam, Ujung Pandang, Banjarmasin, Pekanbaru, Balikpapan, dan Yogyakarta.


Dari dua sesi pembahasan, banyak fakta yang akhirnya diketahui dan mengapa memilih Bandara Kertajadi bisa membawa dampak baik bagi banyak pihak. Berikut sejumlah alasan yang perlu dipertimbangkan mengapa harus memilih penerbangan dari Bandara Kertajati.


Kemudahan Akses Transportasi Udara Bagi Masyarakat

Tujuan utama dari kehadiran BIJB Kertajati ini tentu memudahkan akses transportasi udara bagi masyarakat baik individu maupun pelaku bisnis yang ada di Jawa Barat khususnya dan Jawa Tengah yang nantinya juga akan terdampak.  Tidak hanya penerbangan antar kota saja yang akan dibuka di Bandara Kertajati tetapi juga penerbangan-penerbangan internasional. Karena bandara ini sendiri memang disiapkan dan diproyeksikan sebagai bandara internasional.

Menstimulus Perkembangan Ekonomi Jawa Barat

Kemudahan transportasi juga tentunya akan berdampak pada sektor ekonomi. Dengan kehadiran bandara sebagai lead industry, daerah Majalengka secara khusus akan berkembang secara perlahan. Bukan hanya bisa menjadi “pembuka” untuk para pelaku usaha membuka bisnisnya, tetapi juga harapannya bisa membuka lapangan kerja sehingga banyak para pekerja yang terserap. Dengan begitu, perekonomian bisa berkembang, tingkat ekonomi masyarakat pun bisa menjadi lebih baik.

Dampak Kemajuan Ekonomi Bagi Jawa Tengah

Secara lokasi memang Bandara Kertajati berada di Jawa Barat. Namun, jika nantinya sudah berjalan sesuai dengan harapan. Dampak perekonomian pun akan dirasakan oleh masyarakat yang berada di Jawa Tengah bagian barat. Selain itu akses penerbangan internasional pun bisa jauh lebih mudah tak hanya bagi masyarakat Jabar tetapi juga masyarakat Jateng.

Pintu Transportasi Udara Kelas Dunia Bagi Wilayah Jabar

Dibuat sebagai bandara kelas internasional, BIJB Kertajati direncanakan sebagai pintu kedua selain Bandara Soekarno Hatta. Sehingga, kemajuan ekonomi tak hanya berpusat di ibukota tetapi juga bisa dirasakan semua wilayah baik di Jawa Barat maupun di Jawa Tengah.

Kehadiran Bandara Kertajati juga semoga bisa membuat para pelaku bisnis lebih mudah go internasional dengan mudahnya dan lebih murahnya biaya pengiriman ke luar negeri. Selain itu, umat muslim yang berada di Jawa Barat dan Jawa Tengah bisa lebih dekat untuk berangkat ke tanah suci melalui Bandara Kertajati tanpa perlu ke Ibukota.

Langkah Preventif Menanggulagi Masalah di Bandara Husein

Bagi pengguna transpotasi udara dari Bandara Husein mungkin sudah pernah merasakan masalah pendaratan (landing). Bahkan tak sedikit penumpang yang trauma jika harus landing di Bandara Husein. Selain itu, pilot-pilot pun memang mengakui bahwa Bandara Husein masuk dalam bandara yang memiliki tingkat kesulitan untuk landing yang cukup tinggi.

Faktor cuaca dan lokasi Bandung yang berada di ketinggian inilah yang sering membuat pilot sulit untuk mendarat di Bandara Husein. Dari segi lokasi yang tidak terlalu luas, selain membuat sulit mendarat, jumlah penerbangan pun terbatas karena hanya beberapa tipe pesawat saja yang diizinkan untuk terbang dan mendarat di Bandara Husein Bandung. Dibangunnya BIJB Kertajati juga menjadi langkah preventif yang diambil pemerintah sebagai solusi dari berbagai permasalahan yang dimiliki Bandara Husein saat ini.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.